[Cerita Lucu] Jika Saja Imanmu Kuat

Cerita lucu - Beberapa tahun yang lalu aku mendengar sebuah cerita yang aku harap akan menenangkan mereka yang merasa sering diejek dengan kalimat, "Jika saja imanmu kuat kau tidak akan..."

Waktu itu aku sedang mendengarkan seorang wanita menelepon seorang pendeta dalam sebuah siaran radio. Pendeta itu adalah seorang pria bijaksana. Suaranya lembut, seakan bisa menghilangkan segala rasa takut. Wanita itu—yang jelas terdengar sedang menangis— berkata, "Pendeta, aku dilahirkan buta, dan sudah buta sepanjang hidupku. Aku tidak keberatan menjadi buta, tetapi ada beberapa teman yang mengatakan bahwa jika saja imanku kuat maka aku akan bisa disembuhkan."

Ilustrasi tongkat yang ada dalam cerita lucu banget berjudul "Jika Saja Imanmu Kuat" ini dinukil dari buku Noel, Mati Ketawa Gaya Indonesia, Yogyakarta: Media Pressindo, 2009.
Pic by heritage.indonetwork.co.id

Pendeta itu bertanya kepadanya, "Apakah Anda selalu membawa tongkat penuntun Anda ke mana pun Anda pergi?"

"Ya," jawab wanita itu.

Lalu pendeta itu mengatakan, "Jika mereka mengejekmu lagi dengan kata-kata seperti itu, pukullah mereka menggunakan tongkatmu. Lalu katakan pada mereka jika imanmu kuat, tentu kau tidak akan merasa sakit!"

Cerita lucu banget ini dinukil dari buku Noel, Mati Ketawa Gaya Indonesia, Yogyakarta: Media Pressindo, 2009.

Cerita Rakyat Korea: Pengorbanan Hyangdeok

Cerita Anak - Hyangdeok [향덕] merupakan salah satu contoh cerita rakyat yang berasal Korea. Menggambarkan sebuah pengorbanan dan bakti seorang anak kepada ibunya. Bahan demi mengenang pengorbanan yang dilakukan Hyangdeok kepada ibunya telah dibangun tugu untuk mengenang Hyangdeok.

Hyangdeok merupakan salah satu contoh cerita rakyat yang berasal Korea. Menggambarkan sebuah pengorbanan dan bakti seorang anak kepada ibunya. Bahan demi mengenang pengorbanan yang dilakukan Hyangdeok kepada ibunya telah dibangun tugu untuk Hyangdeok.
Hyangdeok merupakan salah satu contoh cerita rakyat yang berasal Korea. Menggambarkan sebuah pengorbanan dan bakti seorang anak kepada ibunya. Bahan demi mengenang pengorbanan yang dilakukan Hyangdeok kepada ibunya telah dibangun tugu untuk Hyangdeok.
Hyangdeok merupakan salah satu contoh cerita rakyat yang berasal Korea. Menggambarkan sebuah pengorbanan dan bakti seorang anak kepada ibunya. Bahan demi mengenang pengorbanan yang dilakukan Hyangdeok kepada ibunya telah dibangun tugu untuk Hyangdeok.

***

Dalam cerita rakyat Korea dikisahkan, pada tahun ke-14 semasa kekuasaan Raja Gyeongdeok, hiduplah di Kota Gongju (propinsi Chungcheong Selatan), seorang pria bernama Hyangdeok bersama ibunya. Tahun 755, terjadi bencana kelaparan lantaran kegagalan panen di Silla. Banyak orang kelaparan, termasuk dialami keluarga Hyangdeok.

Ibu Hyangdeok diketahui menderita penyakit. Hyangdeok telah mengusahakan kesembuhan ibunya dengan mendatangkan tabib. Tabib kemudian mendiagnosa bahwa ibu Hyangdeok bisa disembuhkan dengan mengonsumsi banyak protein hewani, yang berasal dari sapi, kerbau, kambing, dll.

Namun, jangankan daging sapi, makanan biasa saja sulit dijumpai di masa kelaparan itu. Hyangdeok mencari akal supaya ibunya bisa makan daging. Akhirnya, Hyangdeok pun memotong daging kakinya untuk disuguhkan pada ibunya setelah dimasak. Secara perlahan-lahan, ibu Hyangdeok bisa sembuh. Tapi, akibatnya Hyangdeok harus menjadi pincang.

Suatu hari, ketika Hyangdeok tengah memancing di sungai, seorang pejabat kerajaan lewat dan melihat kaki Hyangdeok yang pincang. Pejabat kerajaan bertanya apa yang terjadi dengan kakinya. Hyangdeok menceritakan apa yang telah terjadi.

Sang pejabat merasa haru. Dia kemudian menceritakan cerita sedih Hyangdeok pada Raja Gyeongdeok. Cerita sedih tentang pengorbanan Hyangdeok demi ibunya itu membuat hati Raja tersentuh. Tak pelak, Raja memerintahkan supaya Hyangdeok dihadiahi 300 karung beras, rumah, dan tanah garapan. Baca cerita rakyat singkat lainnya.

Nb. Foto diambil dari Daum.

Dongeng Kancil dan Siput

Kancil bertemu siput di pinggir kali. Di mana dengan sombong, kancil meledek siput, betapa lambannya, betapa tak bisa cepat siput.

"Oiya, beranikah kau adu balap lari denganku?" tantang si kancil dengan maksud meledek. Dia tahu siput pasti menolak, karena merasa tak bisa menang.

Di luar dugaan, siput menerima tantangan itu. Keduanya pun menantikan hari H. Selama itu, siput membuat sebuah strategi dengan mengumpulkan rekan-rekan sesama siput. Siput mengajak teman-temannya mempermalukan kancil. Cara sepanjang sisi sungai, siput berbaris rapi. Jika kancil memanggil, maka siput yang ada di depan kancil harus menjawabnya.

Hari H pun tiba. Banyak penghuni hutan menonton adu lari itu. Kancil dan siput sudah bersiap-siap di garis start.

"Apa kalian sudah siap?" tanya pemimpin adu lari kepada Kancil dan siput. Keduanya mengangguk. "Mulai!"

Cerita dongeng kancil dan siput
anak12bangsa.blogspot.com

Keduanya langsung lari. Kancil langsung berlari secepatnya mampu. Setelah beberapa jauh, napas kancil mulai terengah-engah. Dia akhirnya berhenti. Memanggil kancil, "Put, siput?"

"Ya, aku di sini," sahut siput, bergerak dengan lamban di depan kancil.

Kancil kembali berlari sekuat tenaga. Ketika lelah, kancil berhenti sambil memanggil siput lagi. Dia mengira pasti siput ada di belakangnya. Rupanya, dugaan kancil salah. Siput yang sudah punya strategi selalu menjawab di depan kancil.

Kancil berlari kembali. Lebih cepat, dan lebih cepat lagi. Hingga akhirnya dia menjadi lelah sendiri. Kelelahan itu membuat kancil akhirnya menyerah. Semua penghuni hutan yang menontonnya pun terkejut. Siput menyambut kemenangannya.

Cerita dongeng si kancil dan siput merupakan dongeng Indonesia yang juga sangat terkenal.

[Cerita Dongeng] Burung Hantu Tua dan Belalang

Seekor burung hantu tua keluar dari sarangnya ketika mendengar seekor belalang bernyanyi dengan sangat berisik.

"Kau tak punya sopan santun ya? Setidaknya hormatilah aku, karena usiaku. Biarkan aku tidur tenang," kata burung hantu tua kepada belalang, "Diamlah atau pergilah segera!"

[Cerita Dongeng] Burung Hantu Tua dan Belalang

Belalang mengacuhkan ucapan burung hantu tua. Soalnya, belalang merasa berhak untuk tetap di tempat sambil terus bernyanyi. Yang ada malah belalang bernyanyi lebih keras. Memekakkan telinga.

Burung hantu tua tahu tak berguna berdebat dengan belalang. Tubuh rentanya membuatnya sulit bergerak cepat. Karena itu, dia berkata baik-baik kepada belalang, "Baiklah, ketimbang berdebat lebih baik aku mengalah. Mari kunikmati nyanyianmu di sini, sekarang juga. Oiya, aku memiliki banyak makanan dan minuman di sarangku. Bila kamu sudah selesai bernyanyi kemarilah. Nikmati makanan dan minuman ini bersamaku."

[Cerita Dongeng] Burung Hantu Tua dan Belalang

Belalang itu mengikuti ucapan burung hantu tua. Sewaktu berada dalam jarak yang cukup, burung hantu tua segera menerkam belalang. Mati dimakanlah belalang bodoh.

Cerita dongeng bergambar ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Owl and the Grasshopper".

Hansel dan Gretel

Alkisah, di tepi sebuah hutan lebat, hidup satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya. Kedua anak ini masing-masing bernama Hansel dan Gretel. Bencana kelaparan membuat keluarga tersebut memutuskan untuk membuang Hansel dan Gretel ke hutan. Ini dilakukan supaya keluarga tersebut bisa menekan tingginya biaya hidup.

Setelah dibuang di tengah-tengah hutan, Hansel dan Gretel tidak tahu harus melangkah ke mana. Mereka berniat pulang ke rumah. Namun kaki membawa mereka menuju ke sebuah rumah yang terbuat dari kue dan permen. Tanpa dikomando lagi, Hansel dan Gretel langsung memakan jendela rumah itu. Belum sampai habis, mereka dikejutkan oleh sebuah suara.

“Siapa yang menyentuh jendelaku?” pekik suara itu, yang tak lain adalah penyihir tua.

Hansel dan Gretel spontan melemparkan jendela yang sudah habis dimakan sebagian. Mereka meringkuk ketakutan. Penyihir tua itu mendekati keduanya, dan membelai lembut pipi Hansel - Gretel. “Anak-anak,” kata nenek tua itu, “Jangan takut. Masuklah dan anggap saja rumah sendiri.”

Hansel dan Gretel merupakan salah satu cerita dongeng anak terkenal yang masuk dalam kumpulan dongeng populer Brothers Grimm.

Dengan takut-takut, keduanya masuk ke dalam rumah penyihir tua. Di dalam, si penyihir memberikan makanan yang enak kepada keduanya. Segera keduanya menghabiskan makanan yang disuguhkan. Penyihir tua kemudian menyuruh mereka tidur.

Keesokan harinya, penyihir tua membangunkan Gretel dari tidurnya. "Hei, bangunlah, rebuslah air, dan masaklah untukku," kata penyihir tua. Namun Gretel enggan. Dia masih mengantuk. Dengan suara yang keras, penyihir tua lalu membentak, "Hei, bangunlah!!!" Gretel segera terbangun dan melakukan apa yang diperintahkan penyihir tua. Dia kemudian tahu bahwa masakan yang dibuatnya untuk diberikan kepada Hansel. Kata penyihir tua, setelah Hansel besar dan gemuk, akan dimakan untuk menjadikan penyihir tua lebih muda lagi.

Gretel melakukan apa yang diperintahkan penyihir tua. Tambah hari tambah gemuk Hansel. Penyihir tua tersenyum dan segera menyuruh Gretel membuatkan api untuknya. Sebab dia akan memasak Hansel sekarang.

Gretel pun menyalakan api dan meletakkan kuali besar di atasnya. Di dalam kuali dimasukkan air. Gretel menunggui air sampai mendidih. Ketika penyihir tua bertanya, "Apa airnya sudah mendidih?", selalu Gretel menjawab belum. Hal ini membuat penyihir tua kesal. Dia akhirnya memutuskan untuk melihatnya sendiri. Begitu penyihir tua melongok ke dalam kuali, Gretel mendorong penyihir tua ke dalam kuali. Sehingga penyihir tua itu pergi ke surga.

Gretel lantas menyelamatkan Hansel. Mereka berdua buru-buru lari dari rumah penyihir tua.

------

Hansel dan Gretel merupakan salah satu cerita dongeng anak terkenal yang masuk dalam kumpulan dongeng populer Brothers Grimm.

Rubah dan Anggur

Ada seekor rubah melihat buah anggur yang ranum tergantung di pohonnya. Buah-buah anggur itu begitu menggoda rubah. Rubah memutuskan untuk mengambil dan memakannya.

Ilustrasi cerita anak "The Fox and the Grapes" oleh Milo Winter.

Rubah melompat supaya bisa menjangkau beberapa buah anggur yang terlihat pendek. Namun lompatannya kurang tinggi, sehingga dia tak bisa menggapainya. Dia pun mengambil ancang-ancang agak jauh, untuk selanjutnya berlari dan melompat. Hup!!! Rubah tetap saja tak bisa menggapai buah anggur. Bahkan menyentuhnya pun tidak.

Rubah mencobanya sampai beberapa kali, sebelum akhirnya menyerah. Rubah kemudian duduk di bawah pohon dan memandangi buah-buah anggur yang begitu menggoda. Tapi pandangannya kini berubah menjadi jijik dan sebal. Rubah pun pergi sambil menyalahkan kesialannya, "Bodohnya aku. Kuhabiskan waktu mendapatkan anggur asam yang tak layak dimakan."

Cerita anak bergambar ini dialihbahasakan dari Aesop's fables berjudul The Fox and the Grapes.

Seorang Petani dan Hercules

Seorang petani membawa pedatinya melewati jalanan berlumpur selepas hujan. Lumpur menyebabkan kuda-kuda terlalu sulit menarik beban. Karena kelelahan kuda-kuda itu akhirnya terdiam. Terlebih setelah salah satu roda pedati terbenam ke dalam lumpur. Pengendara pedati itu, yang tak lain adalah petani, turun. Dia menemukan apa penyebabnya. Tapi petani ini tak melakukan apa-apa, selain meratapi nasib buruk dan berteriak-teriak memanggil Hercules datang membantunya.

Cerita dongeng anak_Aesop's Fables_Hercules and the Waroner.
Pic source: Wikipedia.com

Alkisah, Hercules benar-benar datang. Apa yang dilakukan Hercules? Hercules memberi petunjuk apa yang harus dilakukan si petani. "Hai manusia, masukkanlah bahumu ke dalam roda. Kemudian, suruhlah kuda-kudamu bergerak. Kau pikir bisa memindahkan pedati cuma dengan melihat dan meratapi nasib buruk?" kata Hercules.

Karena Hercules tak membantu si petani memindahkan pedati. Mau tak mau petani mengikuti apa yang dibilang Hercules. Pedati pun mampu bergerak dengan mudah. Dan petani pun naik di atas pedatinya kembali. Kini, dia telah mendapatkan pelajaran yang berarti.

Petani dan Hercules merupakan cerita dongeng anak yang dialih-bahasakan dari Aesop's fables berjudul Hercules and the Wagoner.