Cerita Rakyat Rusia: "Masha and the Bear"

Cerita Rakyat Rusia "Masha and the Bear"

Ada sepasang pria dan wanita tua, yang memiliki cucu bernama Masha. Suatu hari beberapa teman Masha ingin pergi ke hutan mencari jamur dan buah berry. Mereka datang ke rumah Masha untuk mengajaknya turut serta. Masha bilang kepada kakek serta neneknya.

"Oma, opa, boleh ya aku pergi ke hutan," pinta Masha.

Kakek-nenek Masha mengizinkan dengan satu nasihat: Masha tidak boleh terpisah dari teman-temannya atau Masha akan tersesat.

Masha dan teman-temannya pun mencari jamur dan buah. Selama beberapa waktu mencari, tanpa terasa Masha telah terpisah dari teman-temannya. Masha memanggil-manggil temannya. "Hallo?"

Ternyata teman-teman Masha sudah tidak ada di dekat Masha lagi. Mereka semua sudah pergi meninggalkannya. Karena sudah malam, Masha berjalan mencari jalan pulang sampai akhirnya dia menemukan pondok kecil yang dihuni oleh beruang.

Cerita Rakyat Rusia: "Masha and the Bear"

Masha mengetuk pintu selama beberapa kali. Karena tidak ada jawaban, Masha membuka pintu dan duduk di dekat jendela. Dia ingin tahu siapa yang tinggal di sana.

Beberapa saat setelahnya, yang tinggal di pondok tersebut adalah beruang. Seekor beruang yang besar. Menemukan Masha di dalam pondokannya, beruang lalu menakut-nakutinya. Sehingga Masha menjadi takut. Beruang mengatakan jika dirinya tidak akan membuat Masha takut asalkan Masha membuatkan makanan dan mengurus rumah untuknya.

Selama beberapa waktu, Masha melakukan semua yang diperintahkan beruang. Namun dia rindu dengan kakek-neneknya dan juga teman-temannya. Karena itu Masha mencari akal untuk bisa pulang.

Masha kemudian meminta beruang untuk membiarkannya satu hari saja untuknya pulang ke rumah. Karena dia mau memberikan kue untuk dimakan kepada kakek-neneknya.

"Jangan. Kalau keluar sendirian kamu akan tersesat. Tapi... kalau kamu bersedia memberikan sebagian kue itu untukku, maka aku akan mengantarkannya kepada kakek-nenek kamu," kata beruang.

Masha pun membuat kue yang besar untuk dikirim kepada kakek-neneknya. "Silakan kamu bawa kue ini. Tapi aku akan naik ke pohon ek besar dan memantaumu. Awas kalau memakannya!"

Beruang menurut apa yang dikatakan Masha. Sebelum beruang menggendong kue itu dengan keranjang di belakang punggungnya, Masha menyelinap dan masuk ke dalam keranjang. Kemudian menutupi dirinya dengan kue.

Di tengah jalan beruang mau memakannya. Namun terdengar suara Masha dari dalam keranjang. Beruang pun tidak jadi memakan kue tersebut. Begitu seterusnya.

Akhirnya beruang sampai di depan rumah kakek-nenek Masha. Dengan cepat, beruang mengetuk pintu dan berteriak, "Aku membawa sesuatu untuk kalian dari Masha."

Kakek-nekek Masha pun segera keluar dan menemukan sebuah keranjang. Mereka membukanya dan terkejut ketika melihat Masha ada di dalamnya. Masha pun memeluk kakek dan neneknya. Mereka bersyukur Masha bisa selamat karena kepintarannya.

=====
Catatan: cerita rakyat dari Rusia ini kini sudah dibuat film animasinya dengan judul "Masha and the Bear". Cerita sudah sangat bertolak belakang dari cerita foklore di atas. Dalam film jelas lebih lucu, kocak, sekaligus menarik.

Sumber:
365 Cerita Rakyat Indonesia

Cerita Fabel: "Singa Berbagi Buruannya"

Cerita fabel ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Lion's Share".

Singa pergi berburu bersama tiga binatang lainnya. Bersama-sama, mereka mengepung dan menangkap rusa. Dengan kesepatan bersama tiga binatang lainnya, singat membagi hasil buruannya menjadi empat bagian yang sama besar. Ketika setiap hewan mau mengambil bagiannya, singa menghentikan mereka.

Cerita Fabel: "Singa Berbagi Buruannya"

"Tunggu," kata singa, "Karena aku adalah anggota dari tim berburu, maka aku menerima satu bagian. Dan karena aku dianggap raja hutan, maka aku juga menerima bagian yang kedua. Kemudian, karena aku berani dan kuat, aku menerima bagian yang kedua. Nah, bagian yang keempat ini, jika kalian ingin berdebat denganku tentang siapa yang berhak memilikinya, mari kita mulai. Kita lihat siapa di antara kita yang berhak mendapatkannya."

-----
Pesan cerita fabel ini adalah semua terlalu serakah jika sudah terkait soal pembagian keuntungan.

Cerita Fabel: "Singa dan Tikus"

Cerita fabel ini diambil dari Aesop's fables berjudul "The Lion and the Mouse".

Suatu hari, seekor singa menangkap seekor tikus dengan satu kakinya yang besar. Tikus memohon supaya singa mengasihinya dan tidak memakannya. Singa memberi ampunan pada tikus dan melepaskannya.

Cerita Fabel: "Singa dan Tikus"

Beberapa hari berikutnya, singa terkena jebakan jaring pemburu. Dia mengaum sehingga suaranya terdengar di seluruh penjuru hutan. Tidak ada yang mendekat untuk menolong singa, kecuali seekor tikus yang pernah dilepaskannya kemarin. Dengan gigi tajamnya, tikus itu menggigiti tali jaring yang menangkap singa hingga putus.

Akhirnya, singa itu terbebaskan.

-----
Pesan cerita dongeng anak ini adalah satu kebaikan akan dibalas kebaikan pula di lain waktu.

Sumber:
365ceritarakyatindonesia

Cerita Dongeng: "Angsa Bertelur Emas"

Cerita dongeng ini dialih-bahasakan dari Aesop's fables berjudul "The Goose That Laid the Golden Egg".

Pasangan suami-istri memiliki seekor angsa yang setiap harinya bertelur emas. Pasangan suami-istri tersebut menjadi kaya raya karenanya.

Namun, ketamakan membuat mereka berpikir untuk memiliki emas jauh lebih banyak. "Bayangkan," istri si pria mengatakan, "Kita bisa memiliki semua telur emas yang ada di dalam angsa, tentu kita bisa lebih kaya jauh lebih cepat.

Cerita Dongeng: "Angsa Bertelur Emas"

"Benar juga," si suami mengamini ucapan istrinya, "Kita tidak perlu menunggu angsa itu untuk menelurkan telur-telur emas yang sedikit setiap harinya."

Pasangan suami istri itu pun menyembelih angsa dan membelahnya. Hasilnya kosong? Tidak ada apapun di dalam tubuh si angsa, kecuali jeroan yang sama dengan angsa lainnya.

-----
Pesan cerita dongeng ini adalah terlalu serakah tidak akan menghasilkan apa-apa.

365 Cerita Rakyat Indonesia

Cerita Fabel: "Seekor Rubah dan Singa"

Cerita fabel ini dinukil dari Aesop's fables yang berjudul "The Fox and Lion"

Seekor rubah muda, melihat seekor singa untuk pertama kali di dalam hidupnya. Rubah muda tersebut langsung lari ketakutan begitu melihat binatang besar itu secepat yang dia bisa.

Cerita Fabel: "Seekor Rubah dan Singa"

Pada kali kedua, rubah muda itu melihat lagi seekor singa besar yang sama. Rubah muda segera bersembunyi di balik sebuah batu dan mengintip si singa.

Ketika melihat singa untuk ketiga kalinya, rubah muda itu tidak lagi terlihat ketakutan. Dia justru menyapa si singa, "Hallo, tuan singa."

-----
Pesan cerita fabel ini adalah keakraban melahirkan "penghinaan".

Sumber:
365 Cerita Rakyat Indonesia

Dongeng Anak-anak: "Rubah dan Gagak"

Dongeng anak-anak ini diambil dari Aesop's fables: "The Fox and the Crow".

Seekor rubah tengah berjalan lewat hutan ketika dia melihat seekor gagak berdiri di atas ranting dengan sepotong keju di paruhnya. Rubah yang menginginkan keju tersebut memutuskan untuk mengecoh gagak.

Dongeng Anak-anak: "Rubah dan Gagak"

"Kulihat seekor burung mulia dan ramah di atas pohon," tutur rubah, "Burung itu terlihat indah! Jika suaranya indah seperti yang terlihat, maka tidak diragukan lagi, dia adalah permata semua burung."

Gagak begitu tersanjung mendengar pujian dari rubah. Dia pun membuka paruhnya untuk berkicau menunjukkan suaranya pada rubah. "Caw... caw... caw..." serunya. Keju yang ada di paruhnya pun terjatuh. Rubah segera mengambil keju itu dan pergi.

-----
Pesan cerita dongeng anak ini adalah waspadalah terhadap pujian.

Sumber:
365 Cerita Rakyat Indonesia

Cerita Fabel: "Seekor Keledai dan Tuannya"

Cerita fabel ini diambil dari Aesop's Fables yang berjudul "The Donkey and His Master".

Seorang pria terkemuka naik di atas punggung seekor keledai. Mereka menuju ke suatu tempat.

Cerita Fabel: "Seekor Keledai dan Tuannya"
Ketika merasa dirinya bebas, keledai tersebut berlarti ke arah tepi sebuah tebing. Pria itu berlari untuk menangkap ekor keledai dan menghentikannya.

Tapi, keledai makin keras kepala. Semakin coba dihentikan, semakin keledai menariknya dengan keras.

"Well," kata pria itu akhirnya, "Jika kamu memutuskan untuk pergi dengan caramu, aku tak bisa menghentikanmu."

-----
Pesan cerita fabel ini adalah binatang punya keinginan dan caranya sendiri untuk hidup, bahkan menuju kehancuran.

Sumber:
365 Cerita Rakyat Indonesia

Useful Links